Hall of Shame

Hall of Shame

Jakarta / Kumpulan wajah para koruptor Indonesia.
Hall of Shame
More ideas from Hall
Aulia Pohan terlibat kasus dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar pada 2003. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (17/6), "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Kresna Menon. Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Aulia Pohan.

Aulia Pohan terlibat kasus dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar pada 2003. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (17/6), "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Kresna Menon. Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Aulia Pohan.

Muhammad Nazaruddin divonis 4 tahun 10 bulan penjara. Mantan anggota DPR itu terbukti menerima suap berupa cek senilai Rp 4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah. Nazaruddin pun didena Rp 200 juta yang dapat diganti empat bulan kurungan.    Putusan tersebut dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim yang terdiri dari Dharmawati Ningsih (ketua), Herdi Agustein, Marsudin Nainggolan, Sofialdi, dan Ugo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Muhammad Nazaruddin divonis 4 tahun 10 bulan penjara. Mantan anggota DPR itu terbukti menerima suap berupa cek senilai Rp 4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah. Nazaruddin pun didena Rp 200 juta yang dapat diganti empat bulan kurungan. Putusan tersebut dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim yang terdiri dari Dharmawati Ningsih (ketua), Herdi Agustein, Marsudin Nainggolan, Sofialdi, dan Ugo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman empat tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Angelina Sondakh alias Angie. Hakim menilai, Angie terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dengan menerima pemberian berupa uang senilai total Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika dari Grup Permai. (10 Januari 2013)

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman empat tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Angelina Sondakh alias Angie. Hakim menilai, Angie terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dengan menerima pemberian berupa uang senilai total Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika dari Grup Permai. (10 Januari 2013)